Skip to main content

Posts

Civic Sense dalam Antologi The Witches 1967

The Witches merupakan film antologi berisi 5 film pendek yang berpusat pada karakter perempuan yang berbeda beda di kehidupan sosial dan dimainkan oleh Silvana Mangano. Kelima film ini memiliki keunikan di setiap ceritanya, absurd pula, namun cantik. Dan tidak ada kaitan dengan judul filmnya, The Witches (Para Penyihir).
Ketiadaan kaitan judul membuat saya penasaran dan ingin mengintepretasikan, jika bukan film penyihir,  mungkin film ini hanya memiliki kekuatan sihir yang dibahasakan supra-natural. Supra yang saya artikan memiliki cerita diluar kodrat industri saat itu dan natural artinya film yang memiliki cerita alami dalamnya dan terjadi di kehidupan sehari - hari.
Dari kelima film yang saya tonton bersama teman teman kelas kuratorial film,  saya secara pribadi menyukai film kedua, "Civic Sense". Karena sangat mudah merepresentasikan feminisme dalam film tersebut. Walaupun film yang lain juga menarik seperti,  "An Evening Like the Others" yang dapat saya cerna…
Recent posts

Representasi Singkat Feminisme dalam Film Riso Amaro (Bitter Rice) 1949

Merepresentasikan feminisme secara singkat dalam film Bitter Rice tidaklah sulit. Karena memang ini adalah film feminis neorealisme italia yang di produksi pada tahun 1949 sebagaimana dikatakan oleh Manshur Zikri dalam kelas Kuratorial Film di Forum Lenteng diawal saat memberi arahan.

Saya melihat dalam film ini banyak sekali peran yang dilakukan perempuan dalam menyelesaikan permasalahan dalamnya. Penyiar radio menjadi awal pembukaan film yang menyatakan bahwa pekerjaan perladangan padi saat itu hanya bisa efektif dilakukan oleh perempuan. Lalu dengan adegan Silvana yang mengajak para perempuan bersatu untuk memprotes bos agar tetap memperkerjakan petani illegal (yang tidak memiliki kontrak kerja). 
Selain itu, sangat jelas terlihat ketika para petani dilarang berbicara saat menanam padi dan hanya diperbolehkan bernyanyi, mereka tetap melawan. Namun dengan cara yang unik. Mereka menjadikan nyanyian nyanyian merdu sebagai media bernegosiasi yang pada akhirnya terciptanya kesepakatan…